Showing posts with label Sains. Show all posts
Showing posts with label Sains. Show all posts

Bagian-Bagian Bunga Pada Tumbuhan Lengkap


Bagian-Bagian Bunga Pada Tumbuhan Lengkap
Bunga terdiri atas tangkai bunga, dasar bunga, perhiasan bunga, dan alat kelamin bunga. Dasar bunga dan tangkai bunga merupakan bagian bunga yang berfungsi sebagai penyangga bagian-bagian bunga lainnya. Reseptakel merupakan ujung tangkai yang termodifikasi menjadi tempat melekatnya kelopak, mahkota, benang sari, dan putik. Perhiasan bunga merupakan bagian bunga yang umumnya berbentuk lembaran yaitu kelopak bunga dan mahkota bunga.

Bagian-Bagian Bunga Pada Tumbuhan Lengkap

Alat kelamin bunga terdiri atas benang sari dan putik. Benang sari merupakan alat kelamin jantan, sedangkan putik merupakan alat kelamin betina. Benang sari tersusun atas tangkai sari dan kepala sari yang terdiri atas kantong serbuk sari. Kantong serbuk sari merupakan tempat pembentukan dan pematangan serbuk sari. Apabila telah matang, kantong serbuk sari pecah dan serbuk sari akan keluar. Adapun putik merupakan alat kelamin betina. Putik tersusun atas kepala putik, tangkai putik, bakal buah, dan bakal biji. Kepala putik merupakan bagian yang berfungsi menangkap serbuk sari. Kepala putik mengandung zat perekat agar serbuk sari yang menempel tidak mudah terlepas.

Daftar Pustaka:
Nurani, Dhara dkk. 2018. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas IX. Diakses pada tanggal 12 Agustus 2018.

Pengertian Perkembangbiakan Secara Generatif Pada Tumbuhan Lengkap

Pengertian Perkembangbiakan Secara Generatif Pada Tumbuhan Lengkap

Perkembangbiakan generatif merupakan perkembangbiakan yang terjadi melalui pertemuan antara gamet jantan dan gamet betina. Adanya peleburan antara sel gamet jantan dan gamet betina mengakibatkan keturunan yang diperoleh memiliki sifat yang bervariasi.

Perkembangbiakan generatif pada Angiospermae diawali dengan pembentukan sel kelamin jantan dan betina pada tumbuhan. Selanjutnya terjadi peneyerbukan yaitu peristiwa menempelnya serbuk sari di kepala putik. Jadi, proses penyerbukan melibatkan bunga yang merupakan organ reproduksi generatif tumbuhan Angiospermae. Setelah itu, terjadi pembuahan antara sel gamet jantan dan gamet betina.

Daftar Pustaka:
Nurani, Dhara dkk. 2018. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas IX. Diakses pada tanggal 13 Agustus 2018.

Macam-Macam Cara Perkembangbiakan Vegetatif Buatan Lengkap

Macam-Macam Cara Perkembangbiakan Vegetatif Buatan Lengkap

Perkembangbiakan vegetatif buatan adalah perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif yang dilakukan oleh manusia. Beberapa cara perkembangbiakan vegetatif buatan sebagai berikut:

1. Setek

Setek adalah teknik perkembangbiakan tanaman dengan cara memotong bagian tanaman untuk ditanam sehingga akan tumbuh menjadi individu baru. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk setek misalnya akar, daun, dan batang. Contoh tumbuhan yang dapat dikembangbiakan dengan cara setek daun yaitu tanaman lidah mertua, Daun tanaman lidah mertua yang dipotong apabila ditancapkan pada tanah yang subur dapat membentuk akar dan memunculkan tunas baru.

2. Runduk

Runduk dilakukan dengan membengkokkan atau membenamkan bagian batang atau cabang suatu tumbuhan ke dalam tanah. Akar akan terbentuk pada bagian batang yang ditimbun tanah, Setelah tumbuh akar, bagian tersebut dapat dipotong dan dipindahkan sehingga tumbuh menjadi individu baru. Runduk dapat dilakukan pada tanaman yang memiliki cabang batang panjang dan lentur, misalnya alamanda, stroberi, dan melati.

3. Cangkok

Cangkok dilakukan dengan cara membuat perakaran baru di atas permukaan tanah pada batang tanaman. Kulit batang dikelupas, lalu dibalut dengan tanah dan dibungkus dengan sabut kelapa atau plastik sehingga akar dapat tumbuh. Bagian cabang yang telah tumbuh perakarannya dapat dipotong dan ditanam sehingga tumbuh menjadi individu baru. Cangkok dapat dilakukan pada tanaman Dicotyledonee yang berkayu seperti mangga, rambutan, jambu, dan jeruk. Cangkok akan menghasilkan tanaman yang memiliki sifat seperti induknya dan cepat berbuah. Namun, perakaran tanaman ini kurang kuat karena berupa akar serabut.

Selain setek, runduk, dan cangkok, di masyarakat dikenal dengan teknik sambung (enten) dan tempel (okulasi). Kedua teknik tersebut sebenarnya bukanlah teknik perkembangbiakan vegetatif buatan. Hal tersebut karena kedua teknik tersebut tidak menghasilakn keturunan atau individu baru. Kedua teknik tersebut merupakan teknik yang bertujuan meningkatkan kualitas tanaman dengan menggabungkan dua tanaman dengan sifat berbeda.

Daftar Pustaka:
Nurani, Dhara dkk. 2018. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas IX. Diakses pada tanggal 12 Agustus 2018.

Macam-Macam Cara Perkembangbiakan Vegetatif Alami Lengkap

Macam-Macam Cara Perkembangbiakan Vegetatif Alami Lengkap

Tumbuhan dapat berkembang biak menggunakan bagian tubuhnya tanpa campur tangan manusia disebut perkembangbiakan vegatatif alami. Cara perkembangbiakan vegetatif alami pada tumbuhan sebagai berikut.

1. Rhizoma (Rimpang)

Rhizoma merupakan bentuk modifikasi bentuk batang yang menjaar di dalam tanah yang tumbuh mendatar dan biasanya bercabang. Rhizoma ini beruas-ruas dan pada permukaannya melekat daun berupa sisik. Pada ruas-ruas inilah akan muncul tunas dan tumbuh menjadi individu baru. Tumbuhan yang bereproduksi dengan Rhizoma misalnya jahe, lengkuas, kencur, dan kunyit.

2. Stolon (Geragih)

Stolon adalah bagian batang yang menjalar di atas permukaan tanah. Pada bagian ruas-ruasnya muncul akar dan akan tumbuh menjadi individu baru. Tumbuhan yang bereproduksi dengan stolon misalnya pegagan dan stroberi.

3. Umbi lapis

Umbi lapis merupakan batang pendek yang tumbuh di dalam tanah dengan daun-daun tebal berbentuk sisik dan berdaging. Umbi lapis memiliki bagian penangkal yang agak keras disebut cakram. Tepat di bagian bawah cakram akan tumbuh akar serabut. Pada permukaan atasnya tumbuh daun yang berlapis-lapis disebut bulbus. Bulbus merupakan bagian yang mengandung makanan cadangan. Tumbuhan yang bereproduksi dengan umbi lapis misalnya bawang merah, lili, dan tulip.

4. Umbi batang

Umbi batang merupakan bagian batang yang tumbuh di dalam tanah dan ujungnya menggembung yang berisi makanan cadangan. Pada bagian umbi terdapat calon tunas yang dapat tubuh menjadi individu baru. Contoh tumbuhan yang bereproduksi dengan umbi batang adalah kentang.

5. Tunas

Tunas merupakan bagian tumbuhan yang dapat tumbuh menjadi individu baru. Tunas biasanya terbentuk melalui pembelahan sel pada bagian jaringan meristematis, misalnya di ujung batang, ketiak daun, dan ruas-ruas batang. Sebagai contoh pada tumbuhan pisang tunas tumbuh ruas batang di bagian bawah.

6. Tunas Adventif

Tunas Adventif merupakan tunas yang tumbuh pada bagian tubuh individu dewasa, misalnya pada daun atau akar. Tumbuhan yang dapat bereproduksi dengan tunas adventif misalnya cocor bebk dan cemara. Tunas adventif pada cocor bebek muncul pada tepi daun. Apabila daun tersebut terlepas dan jatuh, tunas tersebut dapat tumbuh menjadi individu baru. Sementara itu, tunas adventif pada cemara tumbuh pada akar.

Daftar Pustaka:
Nurani, Dhara dkk. 2018. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas IX. Diakses pada tanggal 12 Agustus 2018.

Indentifikasi Gerak Hewan dalam Air, Udara dan Darat Lengkap


Indentifikasi Gerak Hewan dalam Air, Udara dan Darat Lengkap
Burung

A. Gerak Hewan dalam Air

Air memiliki kerapatan yang lebih besar dibandingkan udara. Air memiliki gaya angkat yang lebih besar dibandingkan udara. Tubuh hewan yang hidup di air memiliki massa jenis yang lebih kecil daripada lingkungannya. Gaya angkat air yang besar dan massa jenis hewan yang kecil menyebabkan hewan dapat melayang didalam air dengan mengeluarkan sedikit energi.

Salah satu bentuk tubuh yang paling banyak dimiliki oleh air adalah bentuk torpedo. Bentuk tubuh ini memungkinkan tubuh meliuk dari kanan ke kiri. Bentuk tubuh ikan yang streamline berfungsi mengurangi hambatan ketika bergerak didalam air.

B. Gerak Hewan di Udara

Hewan-hewan yang terbang diudara dengan cara yang unik. Tubuh hewan-hewan tersebut memiliki gaya angkat yang besar untuk mengimbangi gaya gravitasi. Salah satu upaya untuk memperbesar gaya angkat dengan menggunakan sayap.

Prinsip yang sama diterapkan pada pesawat terbang, khusunya pada pesawat terbang bersayap untuk airfoil. Sayap burung memiliki susunan kerangka yang ringan, tulang dada dan otot yang kuat. Bentuk sayap airfoil membuat udara mengalir pada bagian atas sayap lebih cepat daripada bagian bawahnya. Saat sayap dikepakkan, udara akan mengalir kebawah. Dorongan kebawah tersebut akan menghasilkan gaya yang berlawanan arah sehingga burung akan berangkat keatas.

C. Gerak Hewan di Darat

Kecendrungan hewan yang hidup didarat adalah meiliki otot dan tulang yang kuat. Otot dan tulang tersebut diperlukan untuk mengatasi inersia (kecendrungan tubuh untuk diam) dan menyimpan energi pegas (elastisitas) untuk melakukan berbagai aktifitas.

Gajah dan kerbau memiliki massa tubuh yang besar, akibatnya untuk bergerak gajah dan kerbau harus melawan inersia yang nilainya juga besar. Namun, perbedaan struktur tulang dan otot hewan tersebut masing-masing hewan menyebabkan hewan tersebut dapat bergerak lebih licah dibanding hewan lainnya. Misalnya dengan kuda, cheetah, dan kijang. Ketiga hewan tersebut memiliki struktur rangka dan otot yang sangat kuat, namun kijang dan cheetah yang memiliki bentuk kaki yang lebih ramping sehingga kijang dan cheetah memiliki elastilitas yang tinggi. Bentuk kaki yang lebih ramping tersebut mengekibatkan kijang dan cheetah pada saat berlari lebih banyak melompat keudara dan meluncur ke udara. Gaya gesek udara yang jauh lebih kecil daripada gaya gesek permukaan tanah membuat kijang dapat berlari dengan kecepatan yang lebih tinggi dari pada kuda.

Sumber : Buku Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VIII

Pengertian Gerak Endonom, Esionom dan Higroskopis Lengkap

Pengertian Gerak Endonom, Esionom dan Higroskopis Lengkap
Bunga dahlia

A. Gerak Endonom

Gerak endonom adalah gerak tanpa perlu adanya rangsangan dari luar ( Gerak Spontan ). Contoh gerak Endonom ini adalah gerak pertumbuhan daun dan gerak rotasi sitoplasma (siklosis) pada sel-sel daun Hydrilla verticilata yang dapat dideteksi dari gerak sirkulasi klorofil di dalam sel.


B. Gerak Esionom

Gerak esionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari lingkungan sekitar.
Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak esionom dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu tropisme, taksis, dan nasti.
  1. Gerak Tropisme                    : Tropisme adalah gerak sebagian tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan dari luar dan arah geraknya dipengaruhi oleh arah rangsangannya. Tropisme biasanya diberi nama sesuai dengan jenis rangsangannya. Gerak tropisme yang mendekati arah rangsangan disebut tropisme positif sedangkan gerak tropisme yang menjauhi rangsangan disebut tropisme negatif.
    • Geotropisme/gravitropisme adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Charles Darwin adalh orang yang pertama kali mencatat bahwa gerak pertumbuhan akar adalah geotropisme positif karena searah dengan gaya gravitasi bumi. Sedangkan pertumbuhan batang termasuk geotropisme negatif karena berlawanan dengan gaya gravitasi bumi.
    • Hidrotropisme adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan kelembaban atau air. Makhluk hidup memiliki kecendrungan untuk mendekati atau menjauhi air.
    • Tigmotropisme adalh gerak tropisme yang dipengaruhi oleh benda padat. Tumbuhan merambat umumnya tumbuhnya lurus terus menerus hingga ujung batangnya menyentuh sesuatu. Kontak ini menyebabkan lengkungan pada tumbuhan. Sel pada bagian yang bersentuhan dengan benda lain perkembangnya lebih lambat dibandingkan dengan bagian yang tidak tersentuh, sehingga pertumbuhannya mnjadi melengkung. Contoh : Gerak membelit sulur tumbuhan markisa dan mentimun.
    • Fototropisme/heliotropisme adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan cahaya. Umumnya arah tumbuh tumbuhan dipengaruhi oleh cahayanya, khususnya cahaya matahari. Pertumbuhan yang mendekati sumber cahaya disebut fototropisme positif sedangkan yang menjauhi sumber cahaya disebut fototropisme negatif (skototropisme). Contoh fototropisme negatif adalah pada Monstera Sp yang pertumbuhannya mendekati arah gelap.
    • Kemotropisme adalah gerakan tropisme yang dipengaruhi oleh bahan kimiawi/zat kimia. Contohnya : gerak pertumbuhan buluh serbuk sari menuju bakal buah saat berlangsungnya pembuahan.
    2. Gerak Taksis                : Gerak Taksis adalah gerak seluruh bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh sumber rangsangan. Gerak Taksis biasanya dilakukan oleh organisme uniseluler. Berdasarkan jenis rangsangannya, taksis dapat dibedakan menjadi kemotaksis dan fototaksis.
    • Kemotaksis yaitu gerak taksis yang dipengaruhi oleh rangsangan berupa bahan kimia. Contohnya : gerak pada sel sperma tumbuhan berbiji tertutup yang menuju sel telur karena adanya rangsangan senyawa kimia yang diproduksi oleh sel telur.
    • Fototaksis yaitu gerak taksis yang dipengaruhi rangsangan berupa cahaya. Contohnya : Gerak kloroplas pada Spirogyra yang bergerak kedaerah yang terkena cahaya.
    3. Gerak Nasti                 : Gerak Nasti adalh gerak sebagian tumbuhan akibat rangsangan dari luar, tetapi arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Macam gerak Nasti adalah sebagai berikut :
    • Niktinasti yaitu gerak tidur daun tanaman Leguminosae (kacang-kacangan) menjelang petang (gelap) akibat perubahan tekanan turgor pada tangkai daun.
    • Fotonasti yaitu gerak nasti yang sumber rangsangannya berupa cahaya, misalnya mekarnya bunga pukul empat ( Mirabilis jalapa) pada sore hari karena telah memperoleh periode terang yang cukup dari cahaya matahari.
    • Seismonasti/tigmonasti yaitu gerak nasti yang dipengaruhi oleh getaran/sentuhan. Contoh : gerak menutupnya daun putri malu (Mimosa pudica) saat tersentuh akibat perubahan tekanan turgor pada tangkai daun.
    • Termonasti yaitu gerak Nasti yang sumber rangsangannya berupa suhu. Contohnya : mekarnya bunga tulip pada hari-hari yang hangat pada musim semi.
    • Nasti Kompleks yaitu gerak Nasti yang sumber rangsangannya lebih dari satu. Contohnya : membuka tutupnya stomata karena pengaruh kadar air, cahaya, suhu, dan zat kimia.

    C. Gerak Higroskopis
    Gerak Higroskopis disebabkan perubahan kadar air.
    Contoh:
    • Pecahnya buah kapas dan polong-polongan setelah mengering.
    • Membukanya sel anulus pada sporangium tumbuhan paku.
    • Membukanya gigi peristom pada sporangium tumbuhan lumut.


    Sumber : Buku Ilmu Pengetahuan Alam kelas VIII

Macam Gerak Pada Tumbuhan dan Hewan Lengkap

Macam Gerak Pada Tumbuhan dan Hewan Lengkap
Cheetah


A. Gerak Pada Makhluk Hidup
Gerak merupakan salah satu bentuk reaksi terhadap rangsangan. Gerak pada tumbuhan dan hewan berbeda karean tumbuhan tidak memiliki alat khusus untuk bergerak, sedangkan hewan umumnya mempunyai alat.

1. Gerak Pada Tumbuhan

Tumbuhan meiliki kepekaan tertentu untuk menanggapi rangsangan yang diterimanya. Tanggapan ini berupa gerakan dari bagian-bagian tumbuhan. Gerak pada tumbuhan tidak menghasilkan perpindahan tempat dan dikarenakan adanya rangsangan. Rangsangan dapat berasal dari cahaya, gaya tarik bumi, air, sentuhan dan zat kimia. Gerak pada tumbuhan terbatas pada bagian tertentu dari tubuh tumbuhan.

Tumbuhan tingkat tinggi dapat merespon rangsangan tertentu dari lingkungannya dengan melakukan gerak. Gerak tumbuhan umumnya sangat lambat sehingga perlu ketelitian tinggi untuk dapat mengamatinya. Gerak pada tumbuhan terbagi menjadi 3 yaitu gerak Endonom, Esionom, dan Higroskopis.

Lanjutkan membaca : Gerak Endonom, Esionom, dan Higroskopis lengkap

2. Gerak Pada Hewan

Salah satu sifat makhluk hidup adalah bergerak. Hewan bergerak dengan berbagai cara, misalnya ada hewan yang berjalan, berlari, terbang, berenang, merayap, dan lain sebagainya. Hewan bergerak untuk berbagai tujuan, antara lain untuk melindungi diri dari predator atau untuk mencari mangsa.

Lanjutkan membaca : Indentifikasi Gerak Hewan Dalam Air, Udara dan Darat

Sumber : Buku Ilmu Pengetahuan Alam kelas VIII